INFO SAWIT, SIAK - Menteri Koperasi AAGN Puspayoga mengatakan petani plasma sawit yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa banyak mengeluh dengan tingginya pembiayaan dari pihak bank. Selain itu, pelaku usaha perkebunan juga dikeluhkan dengan fluktuaktifnya harga komoditas tersebut. Sebab itu pihaknya berencanan mengucurkan dana pembiayaan perkebunan sawit plasma untuk mengatasi tingginya pembiayaan tersebut.
“Kami akan menghitung berapa jumlah dana yang perlu disiapkan. Dia belum bisa menaksir berapa anggaran yang diperlukan petani plasma untuk satu hektare perkebunan. Dana tersebut akan disebarkan ke seluruh daerah,” katanya saat berada di Siak, Kamis, dikutip Bisnis.com.
Puspayoga mengatakan, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga. Upaya ini akan dikoordinasikan dengan pihak Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan pihak perbankan. “Kita akan berupaya agar suku bunga bisa mencapai 7%,” katanya.
Selain itu, Kementerian Koperasi juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Keuangan untuk segera mengucurkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit. Puspayoga juga akan menyampaikan hal ini kepada Tim Pengendalian Inflasi Nasional dan Presiden Joko Widodo.(T2)










