INFO SAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit menegaskan saldo dana pungutan sawit telah terkumpul sebanyak Rp6,1 triliun , dengan demikian dana tersebut dianggap bissa mencukupi program subsidi biodiesel hingga tahun depan.
Kendati demikian, BPDP menyiapkan beberapa skenariobaru sebagai pertimbangan bagi pemerintah dalam rangka menjaga keberlanjutan program tersebut. Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan, pada kuartal I/2016 serapan biodiesel sawit sebanyak 517 ribu kiloliter (kl) dan pada kuartal II/2016 sebanyak 685 ribu kl. Besaran subsidi atau selisih harga yang harus dibayar dana sawit pada kuartal I/2016 rata-rata Rp3.125 per liter. Sedangkan kuartal II/2016 besaran subsidi yang dibayarkan naik 90% menjadi Rp6.061 per liter.
Sebab itu sebagai antisipasi untuk menjaga keberlanjutan program, BPDB telah menyiapkan beberapa skenario usulan kebijakan untuk menjaga program biodiesel nasional.
Beberapa skenario tersebut adalah melakukan penyesuaian terhadap HIP, standardisasi periodisasi HIP biodiesel dan solar, penyesuaian volume mandatori biodiesel, pembagian biaya berkelanjutan yang harus ditanggung konsumen, dan pembagian biaya berkelanjutan yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dua skenario lain adalah harmonisasi pungutan dan pemberlakuan lelang pada segmen pasar PSO. ”Tujuh skenario ini masih diperdalam dan dilihat kemungkinannya. Adapun keputusannya ada di tangan pemerintah,” tandas Dirut BPDP, Bayu Krisnamurthi seperti dilansir koran-sindo.com. (T2)







