Berita Lintas
sawitbaik

Shinko Holding Kepincut Kelola Limbah Sawit



Shinko Holding Kepincut Kelola Limbah Sawit

INFO SAWIT, MUSI BANYUASIN - Shinko Holding Ltd Japan, perusahaan Jepang yang memiliki teknologi hidrotermal yang dapat mengubah sampah menjadi energi, tertarik mengolah limbah kebun kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

"Kabupaten ini memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas dan sekarang ini sebagian besar memerlukan peremajaan. Kondisi ini menarik minat perusahaan Jepang karena dalam kegiatan peremajaan (replanting) akan menghasilkan limbah kebun yang cukup banyak," kata Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi di Sekayu, Selasa seperti dilansir Bisnis.com.

Dia menjelaskan dalam satu hingga dua tahun ke depan sedikitnya ada 28.000 hektare kebun kelapa sawit milik rakyat dan sejumlah perusahaan perkebunan yang akan diremajakan.

Selama ini dalam pelaksanaan program "replanting" pemilik kebun terutama petani dihadapkan dengan permasalahan pengolahan limbah perkebunan seperti batang, pelepah, dan tandan sawit pascadilakukan peremajaan.

Melihat permasalahan itu, kehadiran perusahaan Jepang untuk mengolah limbah kebun kelapa sawit tersebut menjadi energi perlu mendapat dukungan dari semua pihak karena sangat membantu petani, katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan memberikan kemudahan kepada perusahaan Jepang tersebut dan perusahaan lainnya yang akan masuk ke kabupaten ini untuk memanfaatkan berbagai potensi daerah.

Pemanfaatan potensi daerah yang cukup besar tidak mungkin mampu dikelola oleh Pemkab dan masyarakat setempat sendirian, karena selain membutuhkan dana yang cukup besar juga memerlukan dukungan teknologi.

Untuk memanfaatkan salah satu potensi daerah ini, pihaknya telah membicarakan konsep kerja sama dengan CEO Shinko Holding Ltd Japan Kentaro Nagasiwa ketika beraudiensi dengan jajaran Pemkab Musi Banyuasin, di Sekayu pada Jumat (12/8) lalu

Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa Pemerintah Jepang secara perlahan menyetop penggunaan nuklir sebagai sumber energi setelah tragedi kebocoran reaktor nuklir Fukushima, dan mencoba menggantinya dengan mengembangkan energi bersih (clean energy) dengan teknologi "waste to energy".(T2)