INFO SAWIT, KUCHING–Perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit kerap dituding sebagai biang kebakaran hutan tersebut. Menjawab tuduhan itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan bahwa foto satelit telah membuktikan bahwa sebagian besar kebakaran tidak berasal dari perkebunan sawit.
Sebanyak 61% titik api berada di luar lahan konsesi, sedangkan 39% berada di daerah konsesi, di antaranya lahan konsesi milik perusahaan perkebunan sawit. Tapi dari 39% lahan konsesi itu, hanya 10% yang untuk sawit, selebihnya untuk komoditas lain.
Dari 10% lahan itu pun sebagian besar adalah lahan sengketa yang tidak bisa dikelola oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit karena diduduki masyarakat.
"Tahun lalu sekitar 60% (kebakaran) di luar konsesi, 40% di dalam konsesi. Dari 40% itu, 10% sawit. 10% ini pun sebagian besar di lahan sengketa, secara de facto diduduki masyarakat sehingga tidak bisa digarap perusahaan," papar Ketua GAPKI, Joko Supriyono, saat ditemui di 15th International Peat Congress, Kuching, Malaysia, Rabu, seperti dilansir Kompas.
Joko menambahkan, korporasi-korporasi sawit selalu melakukan antisipasi untuk mencegah kebakaran. Tahun ini, persiapan semakin diperkuat agar bencana asap tidak terulang lagi. Perusahaan juga semakin giat melakukan pemadaman, wilayah di sekitar lahan konsesi juga dijaga oleh perusahaan sawit.
"Perusahaan selalu siap mengantisipasi kebakaran. Dari tahun ke tahun kita selalu memperkuat dari segi manajemen, sumber daya, infrastruktur. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.(T2)







