INFO SAWIT, JAKARTA -Transaksi divestasi empat anak usaha PALM itu bakal berimbas terhadap produksi emiten kebun milik Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya ini. Pasalnya, empat entitas anak yang dijual memiliki kebun tanaman inti seluas 14.120 hektare dan dua pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 90 ton tandan buah segar/jam.
"Kontribusi dari empat anak usaha itu cukup besar, sekitar 40%. Jadi ada risiko produksi turun 40%," kata Sekretaris Perusahaan Provident Agro, Devin Antonio Ridwan, belum lama ini seperti dilansir Bisnis.com.
Tahun ini, produksi TBS diestimasi turun dari 449 ribu ton menjadi 350 ribu ton. Adapun produksi minyak sawit mentah diperkirakan turun dari 122 ribu ton menjadi 110 ribu ton.
Presiden Direktur Provident Agro Tri Boewono menambahkan setelah transaksi tersebut, perseroan akan fokus untuk mengelola delapan kebun sawit seluas total 28.165 ha di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan, serta tiga unit PKS dengan total kapasitas produksi 105 ton TBS/jam. "Penanaman baru sangat sedikit, sekitar 100-200 ha di lokasi kebun yang tersebar. Kita fokus dulu di delapan kebun yang ada, belum ada rencana investasi di tempat lain," kata Tri. (T2)










