INFO SAWIT, JAK LUAY - Sebelumnya petani di Desa Jak Luay Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, didorong untuk membangunn kebun karet, namun Warsin asal Desa Jak Luay itu beranggapan, berkebun karet lebih rumit lantaran salah budidaya bisa merugikan, sebab itu dirinya pun meminta pihak perusahaan yang ada disekitar desanya guna meminta sumbang saran.
Maka dirujuk untuk membangun kebun sawit, namun tatkala hendak membangun kebun sawit kendala lain muncul. Kata Warsin yang juga Sekretaris di Koperasi Prima Pantun, ada beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan yang mulai masuk ke Desa nya untuk mencegah pembangunan kebun sawit lantaran dianggap merusak.
Namun Warsin dan masyarakat lainnya tetap pada pendirian untuk meneruskan pembangunan kebun sawit. “Kami beritahu ke mereka dengan membangun sawit justru penghidupan masyarakat lokal jadi lebih baik, warga saat ini sudah bisa beli motor, padahal dulu belum tentu bisa,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Desa Jak Luay .
Lebih lanjut tutur Pria 46 tahun itu, justru yang merusak secara jelas adalah aktvitas yang telah dilakukan oleh sektor pertambangan. “Kami sejahtera dengan adanya sawit,” kata Warsin.
Bahkan untuk medorong kebun sawit yang dibangun secara swadaya itu, pihak Koperasi telah menjadi mitra perusahaan lewat skim inovasi pembiayaan pembinaan, dengan bantuan kredit bibit, pupuk dan saprodi. “Tahun 2011 silam kami sepakat menjadi mitra perusahaan dengan inovasi pembiayaan lewat bantuan kredit bibit,” tandas Warsin. (T2)










