Berita Lintas
sawitbaik

Produksi Seret Permintaan Naik, Genjot Harga CPO



Produksi Seret Permintaan Naik, Genjot Harga CPO

INFO SAWIT, JAKARTA - Analis PT Central Capital Futures Wahyu Tri Wibowo menyatakan, penurunan produksi CPO di saat permintaan sedang naik menjadi sentimen positif. Penurunan produksi salah satunya terjadi pada Sipef Group. Laporan produksinya bulan April hingga Juni menurun 2,2% menjadi 72.972 ton."Kurangnya suplai, terutama dari Indonesia, mendukung kenaikan harga CPO," kata Wahyu.

Di saat produksi sedang turun, ternyata permintaan membaik, terutama dari China dan India. Pembeli asal Negeri Panda meningkat lantaran menyambut festival musim gugur yang dimulai pertengahan September.Kebutuhan CPO naik untuk membuat makan serta sajian khas musiman, seperti kue bulan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, biasanya CPO sudah dibeli beberapa bulan sebelumnya.

Terlihat pada bulan Juni, China kembali menempati posisi sebagai importir terbesar kedua CPO Indonesia setelah India. Untuk pertama kali sejak Desember 2015, permintaan dari Tiongkok mengungguli Uni Eropa."Tetapi kenaikannya mungkin tidak terlalu tinggi dan rentan koreksi," tutur  Wahyu seperti dilansir kompas.com.

Berdasarkan survei Bloomberg, cadangan CPO Indonesia kemungkinan menurun 4,4% menjadi 1,72 juta ton pada bulan Juli. Sementara ekspor CPO diprediksi meningkat 6,7% ke 1,9 juta metrik ton.(T2)