INFO SAWIT, BEKASI – Banyak masalah yang ditimbulkan oleh bertumbuhnya industri kelapa sawit diakui Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi. Namun masalah itu tidak dibiarkan begitu saja dan akhirnya menjadi isu liar dan justru merugikan industri kelapa sawit nasional.
Dalam acara Kuliah Umum untuk Peserta Program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit setara D1 di Polteknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi, Jawa Barat, Bayu mengatakan, perlu ada klarifikasi yang jelas, sebab pada kenyataannya kelapa sawit telah memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian bangsa. "Sawit memang mempunyai masalah, tetapi jangan katakan, sawit tidak berkontribusi pada perekonomian bangsa,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Bekasi, Jabar.
Wajar bila Bayu pun berpesan pada setiap siswa dan siswi peserta pelatihan setara D1, berjumlah 100 orang untuk memahami bahwa sawit adalah sumber kehidupan dan pendorong perekonomian perdesaan. “Semua adalah anak dari petani sawit, semua punya kendaraan, baik mobil maupun motor, dibeli dari hasil sawit. Kita pun bisa berkumpul disini karena sawit. Kita adalah sawit,” jelas Bayu.
Lebih lanjut, tutur Bayu, diantara sendi perekonomian bangsa, diakui atau tidak, ada peran sawit di dalamnya. Jika ada menanyakan sawit itu jelek, kita pun jelek. “Diakui atau tidak, kita bisa sekolah, umroh karena sawit. Sebelumnnya mushola kita kecil, kini besar dan gereja menjadi megah. Itu semua dari sawit. Kita adalah sawit karena kehidupan kita datang dari sawit,” tutur Bayu.
Dikatakan Bayu, kegiatan pelatihan ini adalah salah satu upaya dalam membangun SDM sawit yang handal, sehingga permasalahan yang muncul dalam industri kelapa sawit, diharapkan bisa diselesaikan oleh orang sawit sendiri, terutamaoleh generasi muda penerus. “Cara demikian menjadi upaya kita membangun SDM sawit di masa depan dengan lebih baik,” tandas Bayu. (T2)







