INFO SAWIT, SUKAMARA – Warga Dusun Terantang, Desa Natai Sedawak, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta petugas agar segera menangkap Puniman yang kerap membakar lahan milik warga. Hal itu terjadi pada Sabtu, 20 Agustus 2016 lalu, saat warga RT 03, Dusun Terantang geger dengan kepulan asap dari belakang kebun sawit milik warga.
Akibatnya, warga panik dan memanggil pemadam kebakaran (Damkar), sehingga satu unit Damkar dan helikopter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diterjunkan. Helikopter pun harus 15 kali bolak-balik menyiramkan api yang membakar kurang lebih setengah hektare hutan di lahan gambut itu. Kebakaran lahan yang terjadi siang sekira pukul 14.00 WIB tersebut, berhasil dipadamkan dua jam kemudian.
Setelah diselidiki, sumber api berasal dari ulah Puniman yang dengan sengaja membakar lahan tersebut. Kepala Desa Natai Sedawak, Kecamatan Sukamara, Indarto berharap, Dinas Sosial (Dinsos)Sukamara bertindak cepat dan mengamankan Puniman selama musim kemarau. Menurut Indarto, Puniman juga terlihat sering membakar sampah-sampah di wilayah pemukiman penduduk.
"Lah, hobinya nyeleneh (aneh-red) suka bakar-bakar. Kalau ditegur warga, Puniman hanya menjawab ben resik (biar bersih-red)," terang Indarto di kantornya, Selasa, seperti dikutip news.okezone.com.
Ia melanjutkan, apabila Puniman tidak segera diamankan, dirinya sangat khawatir, ulah Puniman akan berdampak pada rumah warga. Apalagi Puniman juga terlihat suka keluar pada malam hari. (T2)










