INFO SAWIT, PALEMBANG – Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO menyatakan siap bersinergi dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO melalui mekanisme joint audit.
Ketua Sekretariat Komisi ISPO, Hendradjat Natawijaya mengatakan, dengan adanya joint audit itu maka bisa terjadi penghematan waktu dan biaya bagi perusahaan maupun petani sawit untuk mendapat sertifikat sawit berkelanjutan.
“Joint audit itu memungkinkan untuk terjadi pada aspek yang sama, tapi memang perlu duduk bersama untuk menentukan petunjuk atau manual supaya bisa dilakukan,” paparnya di sela-sela acara penganugerahan sertifikat RSPO binaan Wilmar Grup di Palembang, Selasa, seperti dilansir Bisnis.com.
Hendradjat mengatakan memang terdapat sejumlah kemiripan aspek sustainability yang diaudit dalam proses sertifikasi ISPO dan RSPO. Dia mencontohkan salah satu aspek menyangkut legalitas, aspek lingkungan dan aspek sosial yang harus dipenuhi perusahaan.
Menurut dia, langkah sinergitas melalui join audit semakin terang setelah adanya penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan sawit. Perjanjian itu terkait studi bersama mengenai perbedaan dan persamaan ISPO-RSPO.(T2)










