Berita Lintas
sawitbaik

Awas Titik Api Terdeteksi di Jambi



Awas Titik Api Terdeteksi di Jambi

INFO SAWIT, JAMBI  - Kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi di Provinsi Jambi menyusul berkurangnya curah hujan di daerah itu sepekan terakhir. Kebakaran hutan dan lahan tersebut diduga berasal dari kegiatan pembersihan dan pembukaan lahan yang dilakukan petani. Namun kebakaran hutan dan lahan tersebut belum sampai menyebarkan asap hingga ke wilayah Kota Jambi.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Satuan Tugas (Satgas) Penngendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutlah) Provinsi Jambi, Mayor Inf Imam Syafei di Jambi, Senin (29/8) menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit Terra – Aqua yang digunakan memantau hot spot (titik api) di Jambi, jumlah hot spot di Provinsi Jambi Minggu (28/8) malam ada tiga. Dua hot spot tersebut terdapat di Kabupaten Bungo dan satu hot spot terdapat di Kabupaten Kerinci.

“Munculnya hot spot di beberapa kabupaten di Jambi dipengaruhi berkurangnya curah hujan. Sudah empat hari hujan tidak turun di Jambi. Berkurangnya curah hujan diduga dimanfaatkan petani melakukan pembersihan dan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kami masih terus memantau kebakaran hutan dan lahan ini melalui udara. Pemantauan kebakaran hutan dan lahan hingga ke setiap desa pun dilakukan agar kebakaran jangan sampai meluas,”katanya seperti dilansir beritasatu.com.

Dikatakan, Satgas Dalkarhutlah Provinsi Jambi juga menyiagakan ratusan pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan di setiap kabupaten. Pasukan tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan, antara lain mesin pompa air, selang, mobil pemadam kebakaran hutan dan lahan, alat-alat berat dan peralatan pemadan kebakaran hutan lainnya.

“Satgas Dalkarhutlah juga kami bentuk di setiap kecamatan di wilayah kabupaten rawan kebakaran hutan dan lahan. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Jambi didukung ratusan personil pemadam kebakaran hutan dan lahan dari 132 perusahaan perkebunan kelapa sawit, kehutanan dan pertambangan,” katanya.(T2)