Berita Lintas
sawitbaik

Harga CPO Gobal Diprediksi US$ 636/Ton



Harga CPO Gobal Diprediksi US$ 636/Ton

INFO SAWIT, JAKARTA - Analis Daewoo Securities Indonesia Andy Wibowo Gunawan menuturkan, terdapat lima risiko utama yang membayangi prospek emiten sektor perkebunan sawit, yakni ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan CPO global, volatilitas harga minyak mentah dunia, risiko regulasi tak terduga, perubahan cuaca yang tak terduga, dan situasi infrastruktur yang lemah.

Harga komoditas minyak mentah (crude oil) diproyeksi masih berada pada level rendah secara berkepanjangan, sehingga berimbas pada kurang menariknya harga CPO. Daewoo Securities Indonesia memperkirakan harga CPO global mencapai US$636/ton pada 2016 dan US$674/ton pada 2017 dengan asumsi harga minyak mentah brent berada pada level US$45/barel pada 2016 dan US$47/barel pada 2017.

"Kami memperkirakan bahwa produksi minyak sawit Indonesia akan mencapai masing-masing 34,3 juta ton pada 2016 dan 35,7 juta ton pada 2017 dengan asumsi rerata pertumbuhan produksi sawit Indonesia sebesar 6,8% dalam periode 2011-2015," tulisnya dalam riset yang dilansir Bisnis, Selasa.

Selain itu, faktor utama yang membayangi prospek kinerja sektor ini adalah risiko La Nina yang akan berdampak negatif terhadap produksi minyak sawit. Di sisi konsumsi, Indonesia dan India diproyeksi menjadi kunci pertumbuhan konsumsi CPO global. Pasalnya, pertumbuhan konsumsi CPO di China diproyeksi melambat seiring pergeseran konsumsi ke minyak kedelai. (T2)