Berita Lintas
sawitbaik

Membangun Kebun Sawit Berkelanjutan



Membangun Kebun Sawit Berkelanjutan

Dikenal kalangan luas sebagai aktivis lingkungan, Agus Purnomo kini menapak karir di perusahaan papan atas. Golden Agri-Resources (GAR) yang dikenal sebagai Sinar Mas, mendampuknya sebagai Managing Director, guna membangun kebun sawit berkelanjutan.

Bagi Agus Purnomo bergelut dengan berbagai persoalan lingkungan yang membelit negara Indonesia, sudah menjadi kesehariannya. Lantaran, sejak usia muda, Agus sudah menjadi aktivis lingkungan. Berbagai jabatan dan posisi sudah dilakoninya, demi membangun lingkungan yang lestari di Indonesia.

Kini, Agus menjadi bagian dari sebuah korporasi besar di Indonesia. Bernaung di bawah bendera korporasi GAR atau Sinar Mas, Agus memiliki tugas besar untuk mengarahkan unit-unit usaha yang bernaung dibawah korporasi, membangun bisnis yang ramah lingkungan.

Pekerjaan berat yang harus dilakoninya tersebut, memberikan indikasi kuat atas torehan berbagai prestasi nyata yang telah dibuatnya semenjak usia muda. Menurutnya, dunia usaha memberikan tantangan tersendiri bagi hidupnya. Seperti unit usaha minyak sawit yang dimiliki korporasi dari perkebunan kelapa sawit hingga industri hilirnya.

Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak orang, mengenai asal usul produk minyak sawit yang dihasilkan perusahaan. Sering menjadi pertanyaan, darimana bahan baku asal minyak sawit yang digunakan oleh Sinar Mas? Secara rekam jejak dokumen, tentu asal muasal minyak sawit mentah (CPO), berasal dari pabrik pengolahannya.

Namun, bila melacak sampai asal tandan buah segar (tbs) yang digunakan sebagai bahan bakunya, tentu saja sangat kesulitan melacaknya. Lantaran, tbs yang digunakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berasal dari banyak sumber. Pengumpul, pengecer, tengkulak, koperasi petani, hingga petani mandiri menjadi pemasok tbs di PKS.

 

Menelusuri Pasokan TBS

Banyaknya pelaku pemasok tbs, tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Guna mengetahui keberadaan asal muasal tbs yang akan diolah, maka Agus bersama tim di perusahaan melakukan penelusuran hingga ke pemasoknya.

“Untuk pabrik yang menggunakan tbs dari kebun milik perusahaan, kami tidak terlalu kesulitan melakukannya, namun bila CPO yang digunakan berasal dari pabrik kelapa sawit milik perusahaan lain, kami sulit mengetahui asal muasal bahan baku tbsnya,” ujar mantan staf khusus Presiden SBY ini.

Imbuh Agus, CPO yang digunakan Sinar Mas, memiliki dua sumber besar asal muasal tbs yang digunakan. Hampir separuh bahan baku tbs yang digunakan berasal dari kebun sawit milik perusahaan. Separuh lebih sedikit dari minyak yang sudah menjadi CPO dan separuh kecil lainnya dari selalu berubah-rubah pemasoknya, tergantung kebutuhan perusahaan.

Lantaran perusahaan memiliki perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang tersebar di seluruh nusantara, maka kebutuhan pasokan tbs juga tidak merata. Yang sering menjadi pertanyaan lanjutan, bila TBS yang digunakan berasal dari tempat-tempat yang membakar atau kawasan hutan?

Tentu sulit menjawabnya, oleh sebab itu, sejak akhir tahun lalu, Sinar Mas melakukan penelusuran asal muasal CPO yang digunakan. Hingga saat ini, Sinar Mas menggunakan  

CPO yang berasal dari PKS sebanyak 489, dimana 44 milik perusahaan, sedangkan 445 milik pihak ketiga, sehingga tidak ada hubungan kepemilikan dengan Sinar mas.

“Sebagai prioritas, kami melakukan pendataan atas TBS yang digunakan 44 PKS milik perusahaan,” selanjutnya, Agus menerangkan,”CPO yang dihasilkan untuk menyuplai 8 refineri yang dimiliki korporasi”.