INFO SAWIT, TELUKKUANTAN - Harga sawit yang stabil, produksinya yang tak dipengaruhi cuaca, membuat banyak warga melirik komoditi ini untuk peningkatan ekonomi keluarga di masa mendatang. Semua kalangan melirik komoditi sawit, mulai dari kalangan pejabat, wakil rakyat hingga masyarakat biasa. Bahkan mereka rela mengganti karet yang selama ini menjadi primadona menjadi sawit.
“Sawit ini memang butuh pemeliharaan yang serius, kalau tidak percuma. Sebagus apa pun bibitnya,” kata Juswandi, salah seorang petani sawit di Kuansing, belum lama ini seperti ditulis riaupos.co.
Nilai plus dari sawit ini, kata Juswandi, harganya yang stabil. “Kalau turun kan tak terlalu rendah. Itu pun sebentar. Produksinya pun tak terpangaruh cuaca. Tak sama dengan karet yang sudah bertahun-tahun, harganya masih di bawah,” katanya.
Tidak hanya warga biasa, anggota DPRD Kuansing sekaliber Musliadi pun mulai memfokuskan untuk berkebun. “Sekarang memang kebun yang diharapkan. Sebab sudah dua periode saya jadi anggota dewan, sekarang saya menyadari perlu ada kebun untuk menopang ekonomi keluarga ke depan,” akunya. (T2)










