INFO SAWIT, JAKARTA - Kepala Desk Kampanye Sawit Watch, Maryo menyatakan, yang dilakukan aktivis selama ini bukanlah kampanye hitam terhadap perkebunan kelapa sawit tetapi yang di kampanyekan adalah yang “hitam” di dalam industri itu, agar menjadi terbuka dan dilakukan perbaikan dan/ atau penegakan hukum terhadap “hitam”nya industri sawit Indonesia.
Dalam rilis yang diterima InfoSAWIT belum lama ini, Sawit Watch mencatat ada lebih dari 717 konflik yang terjadi antara komunitas masyarakat dengan perusahaan perkebunan sawit yang sampai sekarang masih minim penyelesaian.
Kepala Departemen Lingkungan Sawit Watch, Agustinus Karlo menyatakan, memastikan produk minyak sawit Indonesia ramah sosal dan lingkungan sehingga mampu diterima secara luas oleh pasar global menjadi salah satu target dan tujuan dari komunitas masyarakat sipil yang sampai saat ini giat menyuarakan persoalan dan ketidakadilan di perkebunan sawit.
Sebagai alat kelengkapan dan aparatur negara, POLRI seharusnya lebih fokus dalam melakukan penanganan kasus, konflik, dan sengketa yang terjadi di sektor perkebunan sawit dan bersama dengan semua pihak termasuk komunitas masyarakat sipil dan instansi pemerintah lainnya mengakselerasi proses perbaikan tata kelola perkebunan sawit Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sikap antipati yang ditunjukkan oleh Pejabat Kepolisian ini justru akan menjadi bumerang dan melemahkan proses perbaikan yang selama ini sedang didorongkan bersama, ungkap Karlo
Lebih lanjut Karlo menyampaikan bahwa, menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, terutama masyarakat terdampak, lemah dan terpinggirkan menjadi pekerjaan rumah yang utama oleh Institusi POLRI dalam mewujudkan reformasi kelembagaan yang utuh. (T2)










