INFO SAWIT, MEDAN - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI berharap pemerintah semakin melindungi persawitan nasional menyusul terus berlanjutnya penurunan nilai devisa dari komoditas itu."Di Sumut misalnya, devisa dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati yang di dalamnya ada CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) hingga Juli 2016 sudah turun 7,86% dari periode sama tahun 2015," ujar Ketua Gapki Sumut, Setia Dharma Sebayang di Medan, seperti tulis Medan Bisnis.
Sepanjang Januari-Juli 2016, devisa dari golongan barang itu tinggal US$1,720 miliar dari periode yang sama pada 2015 yang masih bisa US$1,866 miliar.Penurunan devisa terjadi akibat turunnya volume dan harga ekspor yang dipengaruhi berbagai hal termasuk krisis global.
Penurunan itu sangat disayangkan mengingat, sejak awal, komoditas itu selalu menjadi penyumbang tebesar devisa Sumut, "Pemerintah harus semakin memberi perlindungan kepada persawitan nasional karena sebelumnya pemerintah juga sudah menjadikan komodits itu sebagai industri strategis," katanya.
Perlindungan mulai dari bantuan kepada petani sawit khususnya dalam peremajaan tanaman tua, menekan angka pencurian TBS maupun CPO hingga membantu terus menekan kampanye negatif sawit," katanya.(T2)







