INFO SAWIT, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) terpantau melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Jumat, di tengah pelemahan kinerja mata uang ringgit Malaysia dan laporan persediaan minyak sawit di Malaysia yang diperkirakan jatuh ke level terendah.
Tulis Bisnis.com, kontrak berjangka CPO untuk November 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, menguat 0,80% atau 21 poin ke level RM 2.630 per ton pada pagi hari.Pergerakan minyak sawit sebelumnya dibuka menguat 0,77% atau 20 poin di posisi RM 2.629 per ton.
Pada perdagangan hari Kamis(8/9/2016), harga CPO kontrak November ditutup menguat 0,42% atau 11 poin ke level RM 2.609 per ton.Menurut prediksi rata-rata dalam survey Bloomberg yang terdiri dari pengusaha perkebunan, pedagang, dan analis, jumlah persediaan minyak sawit di Malaysia turun 7,9% menjadi 1,63 juta ton pada Agustus dibandingkan dengan sebulan sebelumnya atau terendah sejak Maret 2011.
Sementara itu, produksi minyak sawit mentah diperkirakan naik 6,9% menjadi 1,7 juta ton dan jumlah ekspor melonjak 21% menjadi 1,67 juta ton, tertinggi sejak Oktober 2015.(T2)










