INFO SAWIT, BLANGPIDIE - Belasan warga Desa Persiapan Rokoen Dame (pemekaran Desa Pantee Rakyat), Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mendatangi DPRK. Warga menuntut manajemen perusahaan kelapa sawit PT Cemerlang Abadi (PT CA) di Kecamatan Babahrot menuntaskan janji yang belum diwujudkan.
Janji itu ialah pemberian kebun binaan pola PIR yang bakal diberikan kepada 28 warga pemilik tanah yang terkena pembukaan badan jalan menuju lahan HGU PT CA tahun 2007 lalu, termasuk kepada 11 anggota panitia pembebasan tanah. Sisa ganti rugi tanah masyarakat yang terkena pembukaan badan jalan menuju lahan perkebunan kelapa sawit juga belum tuntas hingga sekarang.
Warga yang datang berdelegasi berasal dari Dusun Geunang Jaya (Desa Persiapan Rukoen Dame), dipimpin Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah Tgk M Yatim Syarif didampingi sejumlah warga pemilik tanah dan anggota panitia pembebasan tanah. Antara lain Tgk Awaluddin, Karimuddin, Syamsuar, Adnan U, Bukhari, Asri dan Joni.
Tulis aceh.tribunnews.com, warga diterima Ketua DPRK Abdya Zulkifli Isa didampingi Wakil Ketua DPRK Jismi, Ketua Komisi A Zaman Akli dan Anggota DPRK asal Babahrot Iskandar. Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah Tgk M Yatim Syarif juga menyerahkan dokumen berisikan bukti-bukti surat pernyataan bersama tanggal 18 November 20107 yang diteken manajemen PT CA dengan perwakilan masyarakat Dusun Geunang Jaya (kini Desa Persiapan Rokoen Dame).
Isi pernyataan tersebut antara lain, sebanyak 28 warga pemilik tanah yang dibebaskan (ganti rugi) untuk pembukaan badan jalan menuju lahan HGU akan dibina dengan memberikan kebun kelapa sawit binaan pola PIR melalui Koperta Geunang Jaya. Kemudian bukti bahwa nilai ganti rugi tanah yang terkena pembukaan badan jalan sepanjang 4,8 km lebar 12 meter, belum tuntas dibayarkan.
“Dari harga ganti rugi Rp 4.625 per meter rata-rata warga baru menerima ganti rugi Rp 2.000 per meter atau 45 persen dari nilai ganti rugi. Kami minta DPRK Abdya menjadi jembatan menyelesaian persoalan antara warga dengan pimpinan HGU PT CA,” kata Tgk M Yatim Syarif. (T2)







