INFO SAWIT, JAKARTA - Head of Investor Relation Sampoerna Agro Michael Kesuma menjelaskan, dampak El Nino bakal terjadi sampai tiga tahun paska badai terjadi. Efek terparah akan dirasakan pada tahun pertama paska badai.
Itu sebabnya, pada semester II ini Sampoerna Agro kembali merevisi target produksi yang tadinya hanya turun 5% dari realisasi tahun 2015 diturunkan menjadi 20% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 388.000 ton. "Awal tahun kami sudah prediksi turun tapi kami tidak menyangka akan separah ini," katanya seperti dilansir Kontan.co.id, Selasa.
Meski begitu, Michael memprediksi untuk semester II ini jumlah produksi bakal naik sekitar 50% bila dibandingkan semester I. Alasannya, karena musim panen raya akan terjadi disekitar bulan Oktober hingga November.
Demikian pula PT Austindo Nusantara Jaya Tbk yang juga mengalami penurunan produksi. Pada semester I produksi CPO turun sekitar 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Terjadi penurunan signifikan terhadap siklus produksi di perkebunan Belitung," ujar Group Head Corporate Communication Austindo Nusantara Jaya Tbk., Nunik Maharani Maulana. (T2)







