Berita Lintas
sawitbaik

Lebih Murah, Petani Tertipu Gunakan Bibit Sawit



Lebih Murah, Petani Tertipu Gunakan Bibit Sawit

INFO SAWIT, MEDAN - Bibit sawit tak bersertifikat masih marak beredar di Sumatera Utara (Sumut). Peredaran bibit tak bersertifikat ini dipengaruhi harga jual yang lebih murah. Kalau harga bibit bersertifikat dijual berkisar Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per biji sementara bibit tak bersertifikat hanya dibanderol Rp 500 hingga Rp 1.000 per biji.

"Persoalan harga memang menjadi faktor utama maraknya penjualan bibit-bibit tak bersertifikat masih banyak. Petani dengan modal terbatas tentu akan tertarik karena lebih murah. Padahal, petani akan rugi saat memasuki panen karena produktivitasnya jauh lebih rendah daripada bibit yang bersertifikat," kata Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad, Rabu di Medan, seperti dilansir MedanBisnis.

Di Indonesia sendiri, ada 11 produsen bibit yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bibit sawit. Dari 11 industri itu, ada empat berlokasi di Sumut. "Jadi, sangat mudah sekali untuk mendapatkan bibit yang bersertifikat," jelasnya.

Namun persoalan harga dan jarak antara konsumen (petani) dengan produsen sumber bibit, kata dia, membuat petani membeli bibit yang asal saja. Karena memang banyak penjual bibit tak bersertifikat langsung datang ke daerah-daerah sentra sawit. "Karena memang perlu, petani membeli saja dan harganya pun murah," katanya lagi.

Selain harga, kata Asmar, masih banyak juga petani belum memahami penggunaan bibit yang bersertifikat. Karena itu, petani terus dibekali informasi tentang penggunaan bibit. (T2)