Berita Lintas
sawitbaik

Perusahaan Sawit Kecil Potensi Diakuisisi



Perusahaan Sawit Kecil Potensi Diakuisisi

INFO SAWIT, JAKARTA – Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional, menyampaikan analisis bahwa pemerinah Indonesia akan mendorong percepatan pengembangan industri hilir sawit. Ini tak lepas dari tekanan internasional terkait isu keberlanjutan dalam pengembangan industri hulu (perkebunan) kelapa sawit. Selain itu, akusisi perusahaan sawit kecil akan marak terjadi.

Dalam rilis resmi Fitch menyebutka,  perpanjangan moratorium lahan gambut dan hutam primer akan semakin membatasi ruang gerak dunia usaha untuk masuk ke sektor hulu sawit. Konsekuensinya, banyak perusahaan yang akan membangun pabrik pengolahan minyak sawit. “Dan perusahaan-perusahaan besar akan banyak melakukan akuisisi perusahaan perkebunan yang lebih kecil,” kata Fitch.

Saat ini, sejumlah perusahaan sawit besar telah meningkatkan kapasitas produksi untuk produk olahan minyak sawit (refinery). Golden Agri Resources Ltd meningkatkan kapasitas produksi produk hilir menjadi 4,7 juta ton per tahun (2015) dibandingkan kapasitas produksi 3,5 juta ton pada 2014. PT Astra Agro Lestari Tbk meningkatkan kapasitas produksi hilir menjadi 3.000 ton CPO per hari.

Sementara itu sejumlah akuisisi juga akan dilakukan beberapa perusahaan besar. Seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk yang berencana mengakuisisi PT REA Kaltim Plantations. Genting Plantation Berhad, perusahaan sawit Malaysia, akan membeli lahan 21.995 hektar areal di Kalimantan Barat dengan mengakuisisi 100% saham Cahaya Agro Abadi Pte Ltd dan Palm Capital Investment Pte Ltd. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk juga akan melakukan akuisisi sejumlah perusahaan lain. (T2)