INFO SAWIT, LANGGAM - Hingga saat ini, keberadaan berbagai pabrik kelapa sawit (PKS) yang berdiri dan beroperasi di Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Langgam, telah membuat geliat petani sawit kian menjanjikan. Namun demikian, kondisi harga komoditi sawit andalan masyarakat Riau yang sering tidak stabil, telah membuat masyarakat yang mengantungkan hidup dari berkebun sawit, senantiasa dihantui perasaan bimbang.
“Saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit sering tidak stabil, terkadang harganya naik dan bahkan anjlok. Di mana harga TBS di Kecamatan Langgam 1 kilogramnya Rp980 yang sebelumnya Rp1.150 per kilogram. Tentunya ini menjadi hal yang sangat membuat kami menjadi semakin bimbang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kepastian terkait harga TBS sawit agar bisa permanen,” terang Parlindungan Sirait (46) salah seorang petani sawit Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Senin.
Selain tidak adanya kepastian harga permanen TBS sawit, sebut pria yang akrap disapa Ucok ini, tidak adanya pelatihan pengelolaan sawit yang baik serta bantuan kecambah dan bibit sawit unggul dari Pemkab Pelalawan melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), juga telah menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya produktifitas hasil sawit masyarakat.
Seperti dilansir riaupos.co, Kepala Dishutbun Pelalawan Ir H Hambali melalui Kabid Pengembangan Tanaman Perkebunan Abdul Rahman mengatakan, bahwa Pemkab Pelalawan melalui Dishutbun komit memberikan perhatian dibuktikan akan disalurkannya bantuan bibit kelapa sawit unggul sebanyak 25 ribu batang dari kebun pembibitan kelapa sawit Dishutbun Pelalawan di kecamatan Pangkalan Kuras pada awal Oktober mendatang. (T2)










