Berita Lintas
sawitbaik

Dipastikan Gagal ISPO 35 Perusahaan



Dipastikan Gagal ISPO 35 Perusahaan

INFO SAWIT, MEDAN - Sedikitnya 35 perusahaan sawit dari sekitar 800 perusahaan yang mengajukan diri untuk disertifikasi oleh Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dinyatakan tidak lulus. Sebagian besar terkendala dengan legalitas dan pengelolaan lingkungan.

Ketua Komisi ISPO Herdrajat Natawidjaya mengatakan, hingga saat ini pihaknya memperoleh dokumen dari sekitar 300 perusahaan yang mendaftar untuk diaudit. Dari angka itu, sekitar 184 perusahaan telah mengantongi sertifikat ISPO. "Sedangkan 35 perusahaan masih terkendala, dan dinyatakan tidak lulus," katanya dalam acara Social and Environmental Excellence Development (Smart SEED) di Medan, Rabu.

Pihaknya menargetkan hingga akhir tahun ini sedikitnya 200 perusahaan telah mengantongi sertifikat ISPO dari total 1.600 perusahaan sawit di Indonesia yang dinilai bisa mengikuti sertifikasi tersebut. Kini, setidaknya 1,3 juta hektare kebun sawit dan 6,3 juta ton telah tersertifikasi.

Herdrajat menambahkan, sertifikasi ISPO diperlukan agar perkebunan sawit di Indonesia berkelanjutan, tidak merusak lingkungan sekitar. Itulah sebabnya pemerintah mewajibkan semua perusahaan perkebunan sawit mengantongi sertifikat tersebut."ISPO ini komitmen kita pada dunia internasional, bahwa kita membangun industri dengan peduli lingkungan, sosial, dan ekonomi. Bagaimana industri ini bisa keluar dari permasalahan yang dipersoalkan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Melalui standar ini industri mereka memenuhi standar lingkungan," paparnya seperti tulis MedanBisnis. (T2)