INFO SAWIT, JAKARTA – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPSK) mencatat, hingga saat ini luas lahan perkebunan yang dikelola petani seluas 4,3 juta ha, dimana dari jumlah itu seluas 1,5 juta ha dikelola petani plasma mitra perusahaan dan lahan yang dikelola petani swadaya mencapai 2,8 juta ha.
Nah, dari jumlah luasan yang dikelola petani swadaya, SPKS mengelompokannya dalam empat kelompok, yakni kelompok pertama dengan luasan lahan mencapai 1-4 ha diperkirakan ada seluas 1,4 juta ha.
Lantas, kelompok kedua dengan kepemilikan lahan seluas 5-10 ha ada sekitar 970 ribu ha, kelompok ketiga dengan luas lahan 11-19 ha diprediksi ada sebanyak 175 ribu ha dan kelompok keempat dengan luasan lahan mencapai 20-24 ha ada sebanyak 215 ribu ha. “Yang memiliki luas lahan lebih dari 25 itu bukan lagi petani tapi pengusaha, yang tinggalnya banyak di kota provinsi dan menggunakan buruh karyawan dalam mengelola lahan,” kata Ketua SPKS, Mansuetus Darto kepada Info SAWIT, belum lama ini.
Lebih lanjut tutur Darto, hingga saat ini memang diakui masih banyak kelemahan yang dimiliki petani swadaya, misalnya masih banyak pengelolaan lahan yang masih minim, masih banyak yang belum diberdayakan, ketersediaan pupuk bersubsidi perkebunan masih minim, lantaran tutur Darto, subsidi masih condong untuk lahan pertanian.
Termasuk penggunaan bibit sawit yang tidak bersertifikat. Penjualan buah sawit masih ke tengkulak. Masih kesulitan akses keuangan ke perbankan. Tidak memiliki sertifikat lahan dan tidak memiliki sistem budidaya. “Wajar bila produktivitasnya hanya sekitar 12-14 ton TBS /ha/tahun, padahal idealnya mencapai 36 ton TBS/ha/tahun,” tandas Darto. (T2)










