INFO SAWIT, JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terpantau melemah pada awal perdagangan pada Jumat (23/9/2016) lalu, menyusul laporan lonjakan ekspor minyak sawit dari Indonesia.
Demikian juga kontrak berjangka CPO untuk Desember 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, melemah 0,77% atau 21 poin ke level RM 2.704/ton. Pergerakan minyak sawitsebelumnya dibuka turun 0,18% atau 5 poin di posisi RM 2.720/ton. Pada perdagangan Kamis (22/9/2016), harga minyak sawit ditutup melesat 1,79% atau 48 poin ke posisi RM 2.725/ton.
Seperti dilansir Bloomberg sebelumnya, jumlah ekspor minyak sawit dari Indonesia, produsen terbesar dunia, diperkirakan alami kenaikan terbesar dalam hampir dua tahun pada Agustus setelah China meningkatkan impor demi memenuhi permintaan.
Berdasarkan prediksi rata-rata dalam survey Bloomberg yang ditulis Bisnis.com, ekspor minyak sawit Indonesia naik 20% menjadi 1,92 juta metik ton bulan lalu dari 1.596 juta ton pada Juli. Menurut data Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), kenaikan tersebut akan menjadi yang terbesar sejak Oktober 2014.
Produksi minyak sawit juga diperkirakan naik 1,4% menjadi 2,82 juta ton pada Agustus dibandingkan dengan sebulan sebelumnya, sementara jumlah persediaan naik 1,1% ke 1,9 juta ton. (T2)










