INFO SAWIT, JAKARTA— Perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (“PSA”) anak usaha Cargill berlokasi di Kalimantan Barat baru-baru ini meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Ini merupakan sertifikat RSPO pertama untuk pabrik dan estate di Poliplant Group. Cargill mengakuisisi Poliplant Group pada tahun 2014, yang terdiri dari lima perkebunan seluas kira-kira 50.000 hektar lahan inti dan lahan plasma.
Sertifikasi ini meliputi Pabrik Siriham milik PSA dan 4.005 hektar lahan inti. Selain itu, 7.500 hektar lahan petani plasma, yang dikelola oleh tujuh koperasi yang merupakan bagian dari Program PIR-Trans, siap untuk meraih sertifikasi yang sama di tahun 2017. Setelah meraih sertifikasi RSPO, Cargill dapat membeli tandan buah segar yang diproduksi secara berkelanjutan dan bersertifikat RSPO dari para petani plasma tersebut.
Chief Executive Officer, Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, John Hartmann mengatakan, kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan baik para karyawan dan lingkungan merupakan hal paling penting bagi Cargill. Pihaknya terus berupaya untuk melindungi komitmen tersebut dengan menghormati hak-hak, menghargai hubungan yang terjalin, dan beroperasi secara bertanggung jawab di seluruh perkebunan kelapa sawit kami. “Sertifikasi RSPO ini adalah bukti dari komitmen kami terhadap tanggung jawab ini dan untuk mencapai tujuan yang lebih luas, yaitu suatu rantai pasokan minyak sawit yang sepenuhnya berkelanjutan dan transparan di seluruh dunia,” tuturnya dalam rilis yang diterima Info SAWIT, belum lama ini.
Petani plasma juga memainkan peran penting dalam memenuhi peningkatan permintaan global akan minyak sawit berkelanjutan. PSA saat ini mendukung petani swadaya dari Koperasi Kundangan Manis menerapkan prinsip RSPO untuk penanaman baru. Prinsip RSPO yang telah berjalan memastikan penanaman kelapa sawit secara bertanggung jawab dan melindungi area dengan nilai konservasi dan stok karbon tinggi.
Presiden Direktur Poliplant Group, Anthony Yeow mengatakan, pihaknya bakal terus bekerja sama dengan para petani plasma untuk membantu petani dalam meningkatkan kualitas tanaman dan memaksimalkan hasil panen. “Dengan sertifikasi RSPO, mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan penghidupan keluarga dan masyarakat di lingkungan mereka,” katanya.
Sertifikasi RSPO PSA adalah sertifikasi Cargill yang keempat, setelah yang pertama diterima oleh PT Hindoli (Sumatera Selatan) pada tahun 2009, PT Harapan Sawit Lestari (Kalimantan Barat) pada tahun 2014 dan PT Indo Sawit Kekal (Kalimantan Barat) pada tahun 2015. Cargill kini tengah berupaya untuk meraih sertifikasi RSPO untuk sisa perkebunan dan pabrik di Poliplant Group. (T2)







