Berita Lintas
sawitbaik

Perdagangan Minyak Sawit IOI di Hadang Greenpeace di Rotterdam



Perdagangan Minyak Sawit IOI di Hadang Greenpeace di Rotterdam

INFO SAWIT, ROTTERDAM – Aktivis Greenpeace menutup akses masuk bagi semua impor dan ekspor minyak kelapa sawit dari pedagang besar IOI di pelabuhan Rotterdam, Belanda, yang saat ini menjadi gerbang utama distribusi minyak sawit di Eropa.

Greenpeace menganggap, minyak sawit yang diduga dari penghancuran hutan, kebakaran lahan gambut dan praktik buruh anak masih mengalir ke Eropa dan Amerika, semisal melalui fasilitas IOI, demikian yang terungkap dalam laporan terbaru Greenpeace Internasional.

Merujuk rilis yang diterima Info SAWIT, dua laki-laki asal Indonesia yang terkena dampak langsung kebakaran hutan ikut memblokade akses masuk ke kilang bersama delapan aktivis Greenpeace lainnya.

Dua laki-laki asal Indonesia tersebut melakukan perjalanan dari Kalimantan Barat ke Belanda untuk menyampaikan protes secara langsung terhadap IOI di kantor mereka yang berbasis di Eropa. Salah satunya adalah Nilus Kasmi. Kebakaran hutan telah menyebabkan Nilus dan keluarganya menghadapi kesulitan besar tahun lalu - mereka terpapar partikel beracun, dan asap yang menutup sekolah-sekolah, kantor-kantor dan tempat usaha serta membuat berbagai pekerjaan menjadi terkendala.

"Saya awalnya berharap pemerintah dan perusahaan bisa menyelesaikan krisis kebakaran hutan ini, tapi kegagalan mereka dalam menyelesaikannya membuat saya menyadari bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan hutan Indonesia," katanya.

Sementar dikatakan Juru kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Annisa Rahmawati, lantaran produsen minyak sawit IOI tidak begitu dikenal di masyarakat umum, telah menguntungkan perusahaan, sehingga perusahaan bisa terlepas dari praktik-praktik yang tidak menjadi perhatian publik.  “Bersama, kita akan mengubahnya. IOI harus tahu bahwa dunia saat ini mengawasinya dan tidak ada pasar bagi kelapa sawit kotor yang menghancurkan hutan Indonesia, habitat spesies yang terancam punah, iklim bersama dan masyarakat Asia Tenggara,” katanya belum lama ini.

Dengan kejadian itu, kabarya pihak Greenpeace telah menyampaikan cara kepada IOI dalam mengakhiri blokade, dengan membuat pernyataan bahwa perusahaan akan berkomitmen terhadap rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan. “Jika IOI setuju, maka Greenpeace akan mengakhiri aksi blokade ini,” tandas Annisa. (T2)