KUALA LUMPUR – Sebuah tim ahli terkemuka telah ditunjuk untuk melakukan studi yang komprehensif, independen dan ilmiah yang kuat tentang apa yang disebut sebagai hutan stok karbon tinggi (HCS) dalam konteks konversi mereka menjadi perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan keterangan resmi Sustainable Palm Oil Manifesto (HCS Study) yang diberitakan Sime Darby dalam portal resminya, awal November ini, menyebutkan studi akan memperhitungkan pertimbangan sosial-ekonomi, termasuk hak-hak bangsa dan masyarakat terhadap pembangunan.
Tim ini terdiri dari para ahli terkemuka dalam bidang akademik yang berbeda, yang akan bersama-sama membentuk panitia teknis untuk studi High Carbon Stock (HCS). “Komite Teknis diketuai oleh Chief Research Scientist di Australia Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), John Raison,” paparnya.
Komite Teknis akan didukung oleh tim Konsultan Penelitian. Komite Teknis akan memberikan bimbingan kepada, dan memantau perkembangan Konsultan Penelitian ini dalam melakukan analisis ilmiah yang mendalam. Selain itu, Komite Teknis akan menyiapkan draft laporan sintesis didasarkan pada penelitian yang dilakukan, dan memberikan rekomendasi untuk dipertimbangkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah.
Sementara Anggota Komite Pengarah terdiri dari beberapa produsen minyak sawit terbesar dunia, seperti Asian Agri, IOI Corporation Berhad, Kuala Lumpur Kepong Berhad, Musim Mas Group dan Sime Darby Plantation; kelompok agribisnis global yaitu Cargill dan Wilmar International; dan perusahaan konsumen-barang Unilever.(T3)










