INFO SAWIT, TANA PASER - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Paser, Abdul Rasyid melalui Kabid Pembinaan Usaha Perkebunan, Bahriansyah mengatakan, kondisi keuangan yang sulit membuat 15 pabrik di Banua Taka memanfaatkan limbah cangkang sawit sebagai bahan bakar. Tentunya hal ini jadi hal yang positif di tengah keterpurukan ekonomi yang terjadi saat ini.
Selama ini perusahaan menjual-belikan cangkang buah sawit pada pihak lain sebagai penggerak mesin maupun listrik, dan perusahaan dapat meraup untung dari penjualan cangkang tersebut.
“Namun krisis ekonomi yang terjadi serta mahalnya bahan bakar mengharuskan perusahaan memanfaatkan limbah cangkang itu sebagai bahan bakar. Pada akhirnya dapat menggerakkan mesin, termasuk listrik,” ujar Bahriansyah seperti dikutip prokal.co.
Yang jadi permasalahan saat ini adalah petani sawit menyadari adanya nilai ekonomis pada cangkang buah sawit. Namun dalam peraturan lama yang dikeluarkan Kementerian, harga Tandan Buah Segar (TBS) hanya dipengaruhi oleh nilai CPO-nya saja, sedangkan nilai cangkang belum dimasukkan. (T2)










