INFO SAWIT, INDRA GIRI HULU – Merujuklaporan salah satu pembaca Info SAWIT, Soaduon Edo Sitorus, petani sawit swadaya di Indragiri Hulu-Indragiri Hilir telah terperangkap jerat Kemiskinan.
Lantaran, petani sawit swadaya di kedua Kabupaten yang berbatasan dengan Jambi itu, selama beberapa minggu terakhir telah terjadi penurunan harga buah sawit hampir setiap hari. Misalnya sebulan lalu, harga buah TBS di beberapa pabrik masih berada pada kisaran harga Rp 1.600/Kg. “Sekarang harga sudah Rp 1.200/Kg,“ catatnya.
Anehnya, harga ditempat lain di provinsi yg sama masih kisaran Rp 2.000/Kg. Harga Pabrik terdekat di Jambi perbatasan Riau juga jauh lebih tinggi dari harga di kedua kabupaten ini. Itu harga pabrik, namun pada faktanya harga riil di tingkat petani sudah jatuh pada kisaran Rp 800-900/Kg.
Para petani yang tinggal di pedesaan yang lebih jauh dari pabrik, dengan kondisi jalan umumnya juga rusak parah, harga pun lebih anjlok lagi. Petani umumnya tidak punya kendaraan angkut buah ke pabrik, sehingga harus menjual buahnya lewat pengumpul yang memiliki angkutan kendaraan seperti truk. Padahal petani di kedua kabupaten ini baru saja memasuki masa kenaikan produksi panennya setelah paceklik sejak kemarau panjang tahun lalu.
Jelas bahwa, bagi siapa saja yang banyak berkecimpung dengan kehidupan petani sawit swadaya, dapat membayangkan bahwa keadaan ini sudah memasuki level Krisis Ekonomi.
Krisis ekonomi rakyat sedang melanda Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Apakah pemerintah daerah dan wakil rakyatnya di DPRD, serta para pejabat terkait peduli? Bukankah mereka sebagian (besar?) justru adalah aktor penyebab krisis ekonomi rakyatnya sendiri?
Yang pasti tulis Soaduon Sitorus, pabrik kelapa sawit yang tersebar, sekalipun atasnama "koperasi" adalah milik para pejabat-pengusaha. Mereka yang selalu santun dan selalu berpidato "demi kepentingan rakyat".
Dimana peran Dirjen dan Badan terkait dari Kementerian Pertanian yang katanya untuk program kesejahteraan petani sawit? “Semoga pemerintah segera tahu, sadar, dan segera ambil tindakan, sebelum rakyatmu marah,“ pungkas Soaduon. (T2)







