INFO SAWIT, PELEMBANG - BRI Wilayah Palembang yang membawahi tiga provinsi, --yakni Sumsel, Jambi, dan Bangka Belitung--, selektif dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor perkebunan untuk merespon penurunan harga komoditas karet, sawit, dan batu bara.
Staf Kredit Mikro BRI Wilayah Palembang Dhimas Prasetyo Ramadhan di Palembang, belum lama ini mengatakan, perusahaan mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap pengajuan KUR dari kalangan perkebunan karena rentan terjadi gagal bayar.
"Ada pengajuan seperti mau peremajaan lahan untuk beli bibit atau lainnya. Karena sekarang harga karet kurang bagus, jadi BRI selektif dalam salurkan kredit," kata Dhimas.
Sementara itu, dari total Rp1,1 triliun dana KUR yang tersalur di Sumsel, diketahui sebanyak Rp993 miliar disalurkan melalui BRI, atau sangat mendominasi dari 36 bank yang dipercaya pemerintah.
Dhimas membenarkan, perusahaannya cukup masif dalam penyaluran KUR pada tahun ini untuk membantu program pemerintah dalam penguatan sektor rill.
"Pada 2015, meski baru dimulai di Agustus tapi BRI sudah menyalurkan Rp550 miliar. Dan tahun ini, terhitung dari Januari hingga September sudah mencapai Rp993 miliar," kata dia seperti tulis Skalanews.
Meski gencar menyalurkan KUR, tapi BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mengingat Sumsel terpengaruh krisis ekonomi global dengan ditandai penurunan harga karet, sawit, dan batu bara.(T2)









