Berita Lintas
sawitbaik

ISPO Tidak Lagi Mandatori, Jangan Sampai Kerdilkan Sawit Indonesia



Petani sawit swadaya di Sumsel, pelajari sawit berkelanjutan
ISPO Tidak Lagi Mandatori, Jangan Sampai Kerdilkan Sawit Indonesia

INFO SAWIT, JAKARTA – Sebagai negara penyedia 52% dari pasokan sawit dunia dengan luas areal sebesar 11,4 juta Ha, sawit merupakan komoditas yang penting bagi Indonesia. Sekitar 40% dari produksi sawit di Indonesia dihasilkan dari perkebunan kecil rakyat yang dikelola oleh petani sawit, dengan produktivitas rata-rata antara 12-14 ton /ha/tahun.

Dalam rilis yang diterima Info SAWIT (10/10), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menyambut baik upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan Indonesia, ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dan memberikan dukungan untuk petani sawit. Bebarapa bulan silam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah membentuk Tim Penguatan ISPO berdasarkan SK Nomor 54 Tahun 2016 tentang Tim Penguatan Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO Certification System).

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto mengatakan, ISPO memang harus memberikan mekanisme khusus untuk sertifikasi petani kelapa sawit, terutama petani swadaya, yang banyak mengalami kesulitan di lapangan.

“Sudah tepat jika standarisasi ISPO bersifat sukarela untuk petani, bukan kewajiban mutlak. Namun jangan sampai perusahaan menengah dan besar ikut mendapat kemudahan seperti ini. Sebetulnya kewajiban dalam ISPO adalah pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang memang wajib dipatuhi, jika standarisasi ISPO bersifat sukarela tanpa kecuali, akibatnya justru melanggar hukum. Kalau begitu, sawit kita justru kembali ‘dikerdilkan’. Sertifikasinya tidak dipercaya dan mustahil mendapatkan peluang pasar internasional,” Ujar Darto.

Darto mengharapkan, agar pemerintah dapat membangun peta jalan yang jelas untuk proses penguatan ISPO dan mendukung pemberdayaan petani menuju sertifikasi ISPO. Peta jalan tersebut perlu mempertimbangkan isu strategis bagi petani di lapangan termasuk legalitas, kelembagaan, ketersediaan bibit dan pupuk, pendanaan dan manfaat konkrit dari sertifikasi ISPO bagi petani. "ISPO harus mampu menjadi alat untuk transformasi industri kelapa sawit dan bukan sekedar menjadi label," tandas Darto. (T2)