INFO SAWIT, JAKARTA - Demi memastikan penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi terkait penerapan ISPO di tingkat petani, Serikta Petani Kelapa Sawit (SPKS) telah memimpin dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dengan fokus mengenal petani lebih baik, lewat pengumpulan data sosial & ekonomi serta pemetaan partisipatif.
Salah satunya adalah upaya penyeragaman mekanisme pengumpulan data terkait petani melalui konsorsium “Sahabat Petani Sawit” yang melibatkan lebih dari sepuluh organisasi yang mendukung terwujudnya petani sawit secara berkelanjutan.
“Buat kami, yang penting konkrit bekerja untuk menangani akar permasalahan di lapangan, program untuk petani banyak yang tidak efektif lantaran tidak ada data akurat tentang mereka. Kalau dibiarkan, tentu proses sertifikasi ISPO petani nanti juga bakal sulit,” kata Ketua SPKS, Mansuetus Darto.
Merujuk informasi dari SPKS, hingga akhir September 2016, SPKS telah berhasil mengumpulkan data sosial & ekonomi serta peta area kebun (polygon) untuk lebih dari 2.000 petani melalui metode partisipatif.
Dari data tersebut, SPKS sedang menganalisa dan menyimpulkan masalah kunci yang dihadapi petani di area tersebut serta merangkumnya dalam bentuk rekomendasi kebijakan.
Dalam rilis yang diterima Info SAWIT, penguatan ISPO kedepannya dapat memanfaatkan upaya-upaya yang telah berjalan di lapangan untuk merancang sertifikasi dengan posisi tawar dan keterimaan yang tinggi oleh berbagai multipihak dengan tidak mengenyampingkan aspek-aspek keberlanjutan. (T2)










