Berita Lintas
sawitbaik

PETANI SAWIT BERJUANG HIDUP



PETANI SAWIT  BERJUANG HIDUP

Menggapai cita-cita, menjadi impian setiap insan di dunia. Cita-cita yang digantung setinggi langit, sebagai upaya bagi setiap orang untuk bisa berhasil didalam kehidupannya. Terlebih, segala keterbatasan yang dimiliki, terkadang memasung hidup seseorang untuk menggapainya.

Kehidupan manusia biasa, seringkali kurang menarik untuk diceritakan, apalagi ditulis. Lantaran banyak kesuksesan yang mampu diraih orang biasa yang kini sedang menikmati kesuksesan hidupnya. Namun, kisah perjuangan hidup seorang petani kelapa sawit, seakan tak pernah sirna menariknya.

Menariknya kisah hidup seorang petani kelapa sawit, yang masih berjuang di wilayah Kalimantan Timur, lantaran masih melakukan perjuangan untuk bisa membangun kebun sawitnya. Dari berjibaku mengolah lahannya, mencari benih sawit yang asli hingga melakukan budidaya.

Uniknya, kemampuan yang dimilikinya, bersumber dari pengalaman dan cerita-cerita yang didengarnya sepanjang hidupnya. Tatkala mulai mengenal dunia perkebunan kelapa sawit, Kapang yang kini berusia 50 tahun, belajar memahami bagaimana berkebun kelapa sawit dengan baik.

“Sebenarnya, saya tidak pernah bermimpi bisa memiliki kebun sawit sendiri,” katanya menceritakan kisah hidupnya.

Ketertarikannya berkebun kelapa sawit, ketika dirinya bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara yaitu PTPN 6. Dirinya merantau dari Sulawesi Selatan, tanah kelahirannya, untuk berjuang hidup menjadi karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menekuni pekerjaannya sebagai karyawan perkebunan, membuatnya banyak mengenal dunia kelapa sawit dari penanaman hingga perawatannya. “Waktu itu tahun 1990, saya merantau ke Kalimantan untuk bekerja di PTPN 6,” ujarnya menjelaskan, sewaktu  dirinya mulai mengenal perkebunan kelapa sawit.

Bertahan Hidup, Kerja Serabutan

Kapang yang berjuang hidup sebagai karyawan PTPN 6 ini, hanya mampu bertahan kerja di perkebunan kelapa sawit selama kurun waktu 10 tahun saja. Dirinya memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, ditahun 2000. Lantaran, pendapatan yang diterimanya setiap bulan, masih kurang mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

“Sejak tahun 2000 itulah, saya mulai melakukan pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup,” katanya menceritakan pekerjaan yang dilakukan usai bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Bekerja serabutan, hingga bekerja membantu orang lain dilakoninya pula, guna mencari nafkah bagi keluarganya.

Pekerjaan serabutan  . . .