INFO SAWIT, JAYAPURA - Sebanyak 9.000 ton tandan buah segar (TBS) sawit dari ribuan hektare perkebunan sawit di Kabupaten Keerom, Papua, membusuk karena tak dapat diolah setiap bulan.
Penyebabnya adalah pabrik kebun sawit milik PT Perkebunan Nusantara II tak beroperasi akibat kerusakan mesin boiler atau ketel uap sejak April 2016. Manajer PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Unit Keerom, Hilarius Manurung mengatakan, 9.000 ton TBS ini berasal dari perkebunan sawit milik PTPN II, Perkebunan Inti Rakyat yang dikelola sekitar 3.000 petani, dan perkebunan sawit milik sejumlah perusahan.
“Total seluas 8.580 hektare perkebunan sawit memasok 9.000 ton TBS ke PTPN II. Namun, aktivitas ini terhenti karena pabrik tak beroperasi sejak enam bulan lalu. Padahal, sekitar 24.000 jiwa menggantungkan hidup mereka dari perkebunan sawit,” kata Hilarius, seperti ditulis kompas.com.
Ia menyatakan, Direksi PTPN II di bawah kepemimpinan Teten Djaka Triana akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan asal Jakarta untuk memperbaiki kembali mesin boiler yang rusak. Perusahaan itu juga memilkiki perkebunan sawit di Keerom.
“Direksi berkomitmen agar pabrik kebun sawit dapat beroperasi kembali pada Desember mendatang. Perusahaan itu akan memberikan bantuan modal dan teknisi untuk memperbaiki alat itu. Syaratnya, kami harus mengolah 6.000 ton TBS dari perusahaan itu setiap bulannya,” tutur Hilarius. (T2)










