INFO SAWIT, JAKARTA – Biaya peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit terbukti lebih rendah dibandingkan dengan peternakan di Australia. Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan pembibitan sapi PT Kalteng Andini Palma Lestari (KAL) yang melakukan integrasi sapi-sawit di perkebunan sawit milik PT Api Metra Palma, perusahaan milik grup Medco.
Kalteng Andini merupakan perusahaan patungan PT Kaldila Lestari Jaya (perusahaan penggemukan sapi potong) dan PT Api Metra Palma. Kalteng Andini telah melakukan usaha pembibitan dengan skema sapi-sawit sejak 2011. Untuk itu, perherintah perlu terus mendorong perluasan integrasi peternakan sapi dengan sawit. Direktur Utama Kaldila Lestari Achmad mengatakan pola peternakan sapi terintegrasi dengan perkebunan sawit terbukti paling efisien dan menguntungkan.
"Perusahaan kami yang dulu melakukan usaha pembibitan dengan skema integrasi sapi-sawit saat awal-awal ini didorong pemerintah. Saya dan teman-teman Medco kembangkan di daerah Pangkalan Bun [Kalimantan Tengah]. Biaya produksinya bisa lebih rendah dari Australia," katanya seperti tulis Bisnis, belum lama ini.
Achmad menjelaskan, dengan melakukan peternakan sapi di kebun sawit, biaya produksi sapi hanya US$56 sen atau setara Rp7.300 per kilogram bobot hidup, sedangkan biaya produksi Australia yaitu sekitar US$70 sen atau setara dengan Rp9.090. (T2)










