INFO SAWIT, JAKARTA – Dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi saat berbincang dengan wartawan, data yang dikeluarkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mighty asal Amerika Serikat, yang menuding Perkebunan kelapa sawit penyebab kebakaran hutan di Indonesia sarat akan kepentingan negara asing, lantaran tudingan itu tidak disertai data yag akurat. "Jadi isu itu sebenarnya lebih bernuansa kepentingan pertarungan perdagangan di tingkat global, persaingan usaha saja," tutur Yoga.
Dia menyebutkan, seperti isu tahun 2014-2015 yang pernah dilontarkan LSM Mighty bahwa pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Papua penyebab kebakaran hutan tidak berdasarkan data akurat. LSM Mighty bahkan juga mengampanyekan agar memboikot penggunaan kelapa sawit Indonesia.
"Datanya asal-asalan saja mereka itu. Padahal sudah jelas data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa yang terbakar itu statusnya bukan Areal Penggunaan Lahan (APL)," beber Yoga seperti dikutip RMOL.
Yoga juga membantah isu yang dikemukakan LSM Mighty mengenai kebakaran hutan Papua akibat perkebunan kelapa sawit. Menurut dia, berdasarkan pantauan DPR, pengelolaan perkebunan kelapa sawit nasional telah menghargai pelestarian lingkungan hidup.
Yoga menyebutkan, dalam skema bisnis tidak ada pengusaha yang ingin merugikan lokasi kerjanya sendiri. Perusahaan industri kelapa sawit tentu tidak ingin membakar lahannya yang menjadi sumber produksi dan pendapatan.(T2)







