Berita Lintas
sawitbaik

Pabrik Milik PT Torganda Diduga Cemari Sungai



ilustrasi
Pabrik Milik PT Torganda Diduga Cemari Sungai

INFO SAWIT, MEDAN - Masyarakat menduga, Sungai Pakis tercemar limbah dari pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Torganda karena air sungai ini mengeluarkan bau dan warna berubah.

Masyarakat Rantau Kasai, Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) mengaku, ternak sapi mereka tidak mau lagi meminum air dari aliran Sungai Pakis karena sudah berwarna hitam pekat.

Selain berwarna hitam pekat, aliran Sungai Pakis di Desa itu juga berbau. Masyarakat mengungkapkan, kondisi itu sudah terjadi sejak bulan puasa lalu, Juni 2016, namun mereka baru melihat petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul turun untuk mengambil sampel air.

Warga Desa Tambusai Utara, Suparman mengatakan, air Sungai Pakis berwarna hitam diperkirakan sudah terjadi tiga bulan lalu. Sungai ini tak bisa lagi dipakai oleh masyarakat untuk beraktivitas.

"Jangankan orang, bang, sapi saja nggak mau minum air sungai ini (Sungai Pakis) karena sudah tercemar. Warna airnya saja sudah hitam pekat gitu," ujar Suparman, belum lama ini seperti dikutip dari Metroterkini.com.

Masyarakat Tambusai Utara meminta pihak BLH Rohul benar-benar transparan soal hasil sampel yang diambil dari Sungai Pakis, sehingga aliran sungai ini bisa dipakai lagi untuk beraktivitas oleh masyarakat, khususnya di musim kemarau seperti saat ini.

Pada Kamis (20/10) lalu, petugas dari BLH Rohul, salah satunya bernama Maas sudah mengambil sampel air di hilir Sungai Pakis dan disaksikan pihak PT. Torganda.

Sayangnya, sejumlah wartawan yang akan ikut proses pengambilan sampel air di hulu Sungai Pakis dilarang oleh seorang oknum dari PT. Torganda. Bahkan, ketika petugas BLH Rohul akan mengambil sampel di kolam limbah, lagi-lagi wartawan dihadang oknum karyawan PT. Torganda. Sementara tutur  Maas, hasilnya apakah memang mencemari atau tidak perlu, ada uji lab. “Akan diuji dulu,” tandas Maas. (T2)