Berita Lintas
sawitbaik

Mengenal Enam Hama Musuh Sawit



Mengenal Enam Hama Musuh Sawit

INFO SAWIT, UJUNGBATU -Kelapa sawit yang tumbuh secara liar maupun tanaman budidaya, faktanya berpotensi diserang oleh hama pengganggu yang wajib diwaspadai. Produktivitas kelapa sawit yang terserang hama akan menurun drastis. Ini berarti hama perlu ditangani sesegera mungkin menggunakan metode pengendalian yang tepat dan efektif.

Chief Deputy Operation PT Sawit Asahan Indah (SAI), Dede Putra, belum lama ini menyampaikan, hama-hama yang suka menggerogoti tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan adalah, kumbang tanduk.

Kumbang tanduk merupakan hama utama pada kelapa sawit. Hama tersebut sangat senang memakan hampir semua bagian tanaman yang lunak, termasuk bakal daun dan daun dewasa. Jika kumbang ini berhasil memakan habis titik tumbuh tanaman, maka cepat atau lambat kelapa sawit pun akan mati.

Selanjutnya, ngengat. Ngengat juga termasuk hama kelapa sawit yang paling berbahaya. Hama ini akan meletakkan telur-telurnya pada tandan buah kelapa sawit. Setelah telur menetas, larva ngengat yang berupa ulat akan melubangi buah-buah sawit yang telah matang. Semua buah kelapa sawit pun bakal habis tak tersisa digerogoti oleh ulat dari tirathaba mundella ini. Selain itu, larva ngengat dapat menyebabkan pula penyakit busuk buah.

Tungau merah, meskipun ukuran tungau merah tidak lebih dari 0,5 mm, tetapi jangan salah hama ini dapat menimbulkan kerusakan yang cukup serius pada tanaman kelapa sawit.

Tungau merah merusak tanaman mulai dari bibit kelapa sawit hingga pohon dewasa. Hama ini berkembang biak di tulang anak daun kelapa sawit. Kerusakan terjadi karena tungau merah menghisap cairan daun yang menyebabkan layu. Pada saat musim kemarau, tungau merah memiliki perilaku yang agresif dan lebih membahayakan.

Menurut Dede seperti ditulis riaupos.co, hama lainya adalah ulat api. Ulat api merupakan larva dari kupu-kupu setora. Hama ini sangatlah rakus karena bisa menghabiskan hampir seluruh daun kelapa sawit.

Bahkan tidak jarang yang tersisa di tanaman hanya tinggal tulang daunnya saja alias lidi sawit. Perlu diketahui bahwa tingkat perkembangbiakan ulat api terbilang tinggi sehingga harus dihilangkan dengan cepat.

Kemudian, tikus belukan. Salah satu spesies tikus hutan yang kerap kali dijumpai di perkebunan kelapa sawit yaitu tikus belukan. Bukan hanya menggerogoti tanaman, tikus ini juga biasanya menggondol buah-buah kelapa sawit yang telah masak. Pengendalian tikus belukan yang paling mudah adalah dengan melestarikan predator alaminya seperti burung hantu, ular, dan kucing hutan.

Terakhir, babi hutan. Walaupun tidak secara langsung, babi hutan juga dapat merusak kelapa-kelapa sawit yang dipelihara. Babi hutan kerap kali menabrak tanaman-tanaman. Jika tubrukan sangat keras, bukan tidak mungkin pohon kelapa sawit yang sudah berukuran besar pun akan roboh.(T2)