INFO SAWIT, BANDA ACEH - Aceh pernah dilanda gempa bumi besar yang disertai tsunami pada 2004. Seringnya daerah ini digoyang gempa membuat tiga mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menciptakan beton ramah lingkungan.
Lebih menarik lagi, beton ini tidak menggunakan material pasir dan kerikil seperti pada umumnya. Melainkan cangkang sawit.Alhasil, beton ciptaan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Unsyiah pun mendapatkan juara 3 nasional di Politeknik Bali pada 14 Oktober 2016 lalu.
Dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), tim yang menciptakan beton ramah gempa ini terdiri dari Muhammad Fuji Hanafi, Aris Abdillah, dan Muhammad Anton Fajri.
Ketua Tim Ata Kana Awai, Muhammad Fuji menceritakan, dia bersama dua rekannya terinspirasi membuat beton ramah lingkungan karena melihat menggunungnya limbah sawit di kawasan Aceh Timur, Nagan Raya, dan daerah lainnya.
Produk beton dari cangkang sawit ini memiliki keunggulan tersendiri. Di antaranya adalah ramah lingkungan, ringan, harga murah, dan berdaya tekan 30 Mpa.“Rencananya, kami juga akan menaikkan daya tekan agar beton ini bisa dimanfaatkan untuk wilayah yang rawan bencana,” katanya.
Menurutnya, selama ini cangkang sawit dari sisa pembuatan minyak kelapa sawit langsung dibuang dan menggunung di lokasi pabrik olahan minyak sawit.Jadi muncul ide untuk memanfaatkannya sebagai material pembuatan beton. Selama ini pembuatan beton kerap menggunakan material pasir, kerikil, semen, dan air.Kali ini material pasir dan kerikil diganti dengan cangkang sawit yang bahannya lebih mudah didapat dan harganya juga terjangkau.(T2)










