Berita Lintas
sawitbaik

Penggabungan Saham UNSP Tertunda, Peserta RUPS Belum Kuorum



JAKARTA (koran-jakarta.com) – Emiten perkebunan, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) belum mendapat restu untuk melakukan penggabungan saham atau reverse stock split. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang baru digelar, para pemegang saham yang hadir belum mencapai 2/3 dari pemegang saham.

Direktur dan Investor Relations UNSP, Andi W Setianto, mengatakan Perseroan belum mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan reverse stock split dikarenakan pemegang saham yang hadir belum mencapai 2/3 dari para pemegang saham. “Karena belum mencapai 2/3 pemegang saham sehingga belum mencukupi untuk persetujuan melakukan reverse stock,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Saham Perseroan dimiliki oleh 16.795 pemegang saham publik di lebih dari 120 sekuritas dan wali amanat, dengan komposisi 66 persen individu lokal, 17 persen institusi lokal, 16 persen institusi asing dan 1 persen individu asing. Perseroan pun akan kembali menyelenggarakan RUPSLB kedua paling cepat 10 hari dan paling cepat 21 hari kalender.

Meski demikian, di tengah diskon harga jual CPO (Crude Palm Oil) domestik akibat kebijakan CPO Fund pemerintah memungut 50 dollar AS per ton CPO untuk subsidi program biodiesel nasional, dan El-Nino yaitu kondisi cuaca ekstrim udara kering dan kurangnya curah hujan, Perseroan berhasil membukukan penjualan 1,2 triliun rupiah sepanjang sembilan bulan ini.

Penjualan Perseroan ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan 861 miliar rupiah dan komoditas karet 302 miliar rupiah. “Sesuai siklus tahunan, peningkatan produksi sawit mulai terlihat di kuartal III-2016 dan diperkirakan mencapai puncaknya di kuartal terakhir,” ujarnya Andi kutip Koranjakarta.(T2)