Keberadaan KIS Group yang sudah lebih dari delapan tahun di Indonesia, memberikan sumbangsih nyata melalui penerapan teknologi pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan. Melalui penerapan teknologi ini, KIS Group mendorong industri kelapa sawit nasional menjadi zero waste industry (industri tanpa limbah) yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional berkelanjutan.
Pengembangan yang dilakukan melalui Sustainable Clean Technologies (SCT/teknologi bersih berkelanjutan), yang diperkenalkan KIS Group berdasarkan penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan lebih dari 20 tahun di negaranya. Penelitian dilakukan India bekerjasama dengan peneliti dari negara Jerman, untuk menghasilkan teknologi ramah lingkungan yang dapat menghasilkan energi terbarukan.
Pasalnya, masa depan dunia terletak kepada kehadiran sumber energi terbarukan, yang dapat dihasilkan melalui pemanfaatan limbah pabrik (second renewable energy). Kendati banyak sumber energi yang dapat digunakan seperti panas matahari dan angin, namun sumber energi yang akan dihasilkan, tidak memiliki nilai tambah mengurangi polusi yang sudah dihasilkan pabrik yang beroperasi.
“Teknologi yang dikembangkan KIS group dapat menghasilkan keuntungan besar bagi industri yang menggunakannya,” kata President Director KIS group, Raghunath.
Lain halnya, dengan penggunaan SCT, yang utamanya digunakan untuk mengurangi polusi, namun dapat menghasilkan sumber energi terbarukan berupa biogas hingga biopower, sebagai pembangkit tenaga listrik. Sehingga, melalui penerapan teknologi SCT secara berkesinambungan, maka pengelolaan limbah dapat dilakukan hingga menghasilkan sumber energi terbarukan.
Selain Indonesia, . . .










