INFO SAWIT, JAKARTA - Pada acara Rountable Meeting RSPO (RT14) di Bangkok, perusahaan perkebunan global, Golden Agri Resources Ltd (GAR) dan Wilmar International Limited (Wilmar), sepakat bersama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk secara bersama-sama memberikan solusi dalam memperbaiki masalah di sektor pekerja di kebun kelapa sawit dan membentuk Business for Social Responsibility (BSR).
Kabarnya kerjasama in akan diawali dengan melakukan review terkait peraturan tenaga kerjaan saat ini untuk sektor kelapa sawit di Indonesia dan memformulasikan praktik pendekatan yang lebih baik.
Rencananya kegiatan ini bakal difokuskan di tiga provinsi, Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah, yang juga akan dilakukan review terkait praktik umum dan identifikasi masalah tenaga kerja mengacu pada kebijakan serta regulasi yang diterapkan.
Dikatakan Managing Director GAR, Agus Purnomo, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan kebijakan workforce yang berkelanjutan, ini dilakukan lantaran isu perburuhan menjaid kedua terpenting setelah isu sosial dan lingkungan (GSEP). “Kami percaya studi ini akan menghasilkan masukan baru bagaimana mendukung para pekerja di perkebunan kelapa sawit kedepan, termasuk pekerja yang ada di pabrik dan menjadi sektor tersendiri,” katanya dalam rilis yang diterima Info SAWIT di Bangkok.
Sementara dikatakan Chief Sustainable Officer Wilmar, Jeremy Goon, pekerja di perkebunan kelapa sawit merupakan tulang punggung bagi usaha perkebunan kelapa sawit termasuk industri. “Kami tetap memerhatikan isu tenaga kerja dan berkomitmen fokus mencari solusi,” katanya. (T2)







