Berita Lintas
sawitbaik

Perusahaan Sawit Berkomitmen Tidak Merusak Hutan



Roundtable Meeting RSPO (RT 14)
Perusahaan Sawit Berkomitmen Tidak Merusak Hutan

INFO SAWIT, BANGKOK – Setelah berjalan beberapa tahun ini, HCS Convergence Working group mengumumkan telah sepakat untuk menyatukan konsep High Carbon Stock Area (HCSA) dan High Carbon Stock Plus (HCS+)

Pelaku usaha sepakat dan berkomitmen untuk menetapkan satu skim untuk prinsip penerapan yang dilkakukan perusahaan untuk tidak melakukan perusakan hutan (deforestasi) dalam operasi perusahaan termasuk rantai pasok. Anggota dari group ini, merujuk rilis yang diterima Info SAWIT di Bangkok, akan membuat roadmapnyan kedepan.

Kesepakatan itu terdiri dari tiga kesepakatan diantaranya, pertama, mengenai metodologi perlindungan HCS forest, HCV area dan lahan  gambut, termasuk pengklasifikasian dan tindakan yang dilakukan untuk “hutan perawan” dengan cara pemetaan lanskap, dengan menerapkan FPIC.

Kedua, membentuk integrasi antara HCS dengan berbagai sumber HCV dan ketiga, pembentukan roadmap sebagai solusi dari permasalahan itu. Kesepakatan ini diikuti oleh Asian Agri, Cargill, Forest People Programme, Golden Agri resources, Greenpeace, IOI Corporatioan Brehad, KLK, Musim Mas, RAN, Sime Darby, TFT, Unilever, Union of Concerned Scientists, Wilmar Internasional, dan WWF.

“Ini adalah sejarah bagi perkebunan kelapa sawit untuk bersama-sama menyatukan pandangan dalam upaya tidak merusak hutan. Kolaborasi ini tetap membuka berbagai partisipasi berbagai pihak, dan kami akan bekerjasama dalam HCS Steering group,” tutur Managing Director Sime Darby Plantation, Datuk Franki Anthony Dass. (T2)