INFO SAWIT, JAKARTA - Dalam rilis yang diterima Info SAWIT, belum lama ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, Perancis merupakan negara yang sangat memperhatikan aspek ramah lingkungan pada produksi minyak sawit, termasuk untuk tidak memberikan kontribusi terhadap deforestasi dan perubahan iklim.
Merujuk informasi dari Kementerian Perindustrian, ekspor CPO dan turunan Indonesia ke dunia sekitar 21-22 juta ton, dimana sebanyak 3,4-4 juta ton dikirim ek Uni Eropa, sedangkan ke Perancis menerima CPO Indonsia sekitar 50 ribu-150 ribu ton per tahun.
Di sisi lain, Indonesia dan Malaysia sebagai produsen CPO terbesar di dunia telah menginisiasi kerja sama di bidang ekonomi melalui pembentukan lembaga persatuan negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council Palm Oil Producing Countries (CPOPC).
Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, lembaga ini akan fokus membuat standardisasi operasional industri sawit mulai dari hulu sampai hilir. “Jadi, nanti kami membuat standar yang sama untuk seluruh produsen sawit baik standar di kebun maupun di industri pengolahannya. Kemudian juga terkait dengan pembinaan petani sawit, manajemen stok, dan pembangunan palm oil green economic zone (POGEZ),” tuturnya. (T2)







