Berita Lintas
sawitbaik

GAR Membangun Masa Depan Berkelanjutan



GAR Membangun Masa Depan Berkelanjutan

INFO SAWIT, JAKARTA - Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka yang beroperasi di wilayah Indonesia, Golden Agri-Resources Ltd (GAR) hingga 30 Juni 2016 lalu, tercatat memiliki total luas areal tanam mencapai lebih dari 480 ribu hektar  hektar (termasuk kebun sawit milik petani swadaya), atau sekitar 4% dari total areal tanam perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Berdiri tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999. Hingga Juni 2016 lalu, GAR tercatat memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai US$ 3,3 milyar. Pemegang saham terbesar GAR, yaitu, perusahaan investasi Flambo International memiliki saham sebesar 50,35%. PT SMART Tbk,  salah satu anak perusahaan GAR, tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1992.

Selain di Indonesia, GAR juga beroperasi di China dan India dengan pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, dan memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie instan.

Kinerja utama GAR selalu fokus kepada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan, dengan kegiatannya meliputi praktek budidaya dan pemanenan tandan buah segar (TBS) dan kemudian diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (CPKO).

GAR juga memiliki industri refinery yang mengolah CPO menjadi produk minyak goreng, industri specialty fats yang mengolah bahan baku dari CPO olahan menjadi margarin dan shortening, serta industri turunan lainnya, yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat luas.

GAR juga telah memprakarsai kebijakan tanpa membuka lahan gambut sejak tahun 2010 silam, sedangkan Inpres Moratorium Hutan dan Gambut diberlakukan setahun sesudahnya, yaitu, tahun 2011. Di yang sama dengan kelahiran Moratorium ini, perusahaan ini juga menginisiasi Forest Policy (Kebijakan Hutan), yakni, konservasi lingkungan dilakukan untuk membangun masa depan berkelanjutan.

Sejak tahun 2015 silam, kebijakan pembangunan berkelanjutan perusahaan langsung dikoordinasikan oleh salah satu direktur perusahaan yang juga merupakan salah satu pemilik perusahaan, guna menjaga implementasi dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Selain itu, komitmen keberlanjutan juga dilakukan melalui investasi yang terintegrasi dengan operasi perusahaan dan pembentukan tim yang secara khusus menangani aspek keberlanjutan yang mencapai hampir sekitar 300 baik di kantor pusat Jakarta maupun di area operasi perusahaan.

Perkembangan terkini perusahaan juga dilakukan melalui Laporan Keberlanjutan perusahaan dalam memenuhi komitmennya melaksanakan Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG). Laporan terbaru yang dirilis baru-baru ini, mengusung tema “Memprakarsai, Berkolaborasi dan Berinovasi – Menciptakan Masa Depan yang Berkelanjutan”.

“Perusahaan kami sangat bersungguh-sungguh dalam mengelola kebun kelapa sawit secara berkelanjutan dan terkait dengan hal ini, dukungan dan peran serta para pemasok kami sangatlah penting,” kata Managing Director GAR, Agus Purnomo. (T1)