INFO SAWIT, JAKARTA – Untuk ke 12 kalinya, Indonesian Palm Oil Conference and 2017 Price Outlook (IPOC) akan digelar pada tanggal 23-25 November 2016 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Palm Oil Development : Harmonizing Market, Society and the State”.
Konferensi selama dua hari ini bakal membahas manfaat industri sawit secara socio-ekonomi dan isu kesehatan terkait dengan sawit. Selain itu juga dibahas perspektif pasar global terkait mandatori biodiesel, implikasi moratorium sawit di Indonesia dan pengaruhnya terhadap supply minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya.
Dalam rilis yang diterima Info SAWIT belum lama ini, IPOC tahun ini direncanakan dibuka dan diinagurasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution. Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan Djalil dan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita juga akan hadir memberikan Special Address.
Dalam acara yang akan dihadiri sekitar 1500 peserta dari 30 negara ini, bakal juga menghadirkan pembicara-pembicara ahli senior dunia untuk menguak trend harga, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International), Siegfried Falk (Oil World), Wang Liaowei (National Grain & Oils Information Centre) dan Fadhil Hasan (GAPKI).
Khusus untuk tahun ini IPOC mengundang para akademisi dari universitas nasional maupun internasional. Ini merupakan suatu hal yang istimewa karena untuk pertama kalinya GAPKI membuat satu sesi khusus kepada akademisi untuk memberikan pandangan dan hasil studi mereka. Para akademisi ini adalah Prof. Iwan Jaya Azis (Cornell University), Prof. Oleg S. Medvedev (Lomonosov Moscow State University), Risa Bhinekawati (Podomoro University) dan Dr. Puspo Edi Giriwono (Institut Pertanian Bogor). Keempat akademisi ini akan membahas isu sawit terkait dengan sosio ekonomi dan isu kesehatan.
Sederatan pembicara ahli lainnya untuk membahas regulasi dan supply and demand adalah berasal dari kalangan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan pengusaha nasional dan internasional. Mereka adalah Musdhalifah Machmud (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI), Bayu Krisnamurthi (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), MS. Sembiring (Kehati), Rosan P. Roeslani (Kadin), Joko Supriyono (GAPKI), Muhammad Usman (Atase Perdagangan Pakistan untuk Indonesia), BV. Mehta (The Solvent Extractors' Association of India) dan Metin Yurdagul (Mumsad),
Sekadar infomasi, IPOC merupakan wadah para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders), pemilik, CEO dan eksekutif, dan para pengambil kebijakan baik tingkat nasional maupun internasional, untuk bersama-sama membahas isu-isu strategis di seputar industri kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir. IPOC juga merupakan ajang bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan usahanya baik melalui pameran produk, sponsorship maupun tatap muka secara langsung.
Keistimewaan lain dari penyelenggaraan IPOC tahun ini adalah GAPKI terus membantu pemerintah mempromosikan pariwisata dan budaya nusantara lainnya melalui seni tari yang disuguhkan pada acara pembukaan maupun acara kasual lainnya, pakaian seragam batik dan berbagai hal lainnya. GAPKI berkomitmen terus mempromosikan budaya nusantara melalui penyelenggaraan IPOC setiap tahunnya. (T2)







