Berita Lintas
sawitbaik

BRG: Restorasi Gambut Tak Matikan Ekonomi



BRG: Restorasi Gambut Tak Matikan Ekonomi

INFO SAWIT, BOGOR - Pembahasan terkait dengan ekosistem Gambut seharusnya tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat administratif negara, demikian disampaikan Myrna Safitri yang mewakili Kepala Badan Restorasi Gambut (Nasir Fuad) dalam acara Konferensi Gambut.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Sawit Watch bersama dengan Greenpeace, dan didukung oleh Badan Restorasi Gambut (BRG). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak diantaranya adalah perwakilan pemerintah daerah, perusahaan perkebunan kelapa sawit, masyarakat yang berada di sekitar gambut, NGO, Bank.

Dalam sambutannya, Myrna Safitri menyampaikan, BRG memiliki beberapa program strategis seperti Desa Peduli Gambut, menjadikan wilayah dengan kubah gambut sebagai wilayah konservasi, menanam spesies lokal atau yang ramah dengan gambut di wilayah gambut.

Restorasi gambut, tidak akan mematikan ekonomi masyarakat, tetapi sebaliknya, restorasi gambut akan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan basis ekonomi terpadu. Banyak potensi yang ada di gambut seperti buah-buahan, bahan untuk membuat tikar dll, ini menjadi potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan BRG akan mempersiapkan 1000 desa peduli gambut di Indonesia untuk tetap menjaga gambut tetap  aman dan terbebas dari kebakaran hutan dan lahan, jelas Myrna.

Sementara itu Direktur Eksekutif Sawit Watch, Jefri Gideon Saragih, menyampaikan bahwa  acara konferensi ini bisa menjadi ajang refleksi bagi semua pihak tentang pentingnya gambut agar kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi pada tahun-tahun yang akan datang. “Ini perlu menjadi perhatian serius kita bersama dengan saling membagi peran dan tidak hanya menumpukan pada satu pihak saja seperti BRG,” tandas Jefri. (T2)