INFO SAWIT, JAKARTA –Beberapa bank nasional masih melihat peluang untuk pemberian kredit padasektor komoditas. Pasalnya, harga komoditas seperti timah, batubara, sawit dan nikel mulai naik karena mulai ada permintaan jelang akhir tahun 2016 ini.
Direktur Bisnis Banking I Bank Negara Indonesia (BNI), Herry Sidharta mengatakan, jika harga dan permintaan komoditas naik pasti semua kredit komoditas akan naik. Langkah selanjutnya, bank tinggal mempersiapkan skim kredit komoditas yang lebih sesuai dengan pola bisnis komoditas yang naik dan turun.
Nah, harga komoditas yang mulai naik membuat BNI untuk pilih-pilih komoditas mana yang masih potensial untuk dibiayai. “Setidaknya, kami memprediksi kredit komoditas akan tumbuh sekitar 7% di tahun 2017,” kata Herry, kepada Kontan, belum lama ini.
Direktur Kelembagaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kuswiyoto menyampaikan, untuk sektor komoditas, BRI masih akan banyak mengalirkan kredit ke agribisnis utamanya produk seperti kepala sawit dan turuannya. “Tahun 2017 memang kami proyeksikan masih akan tumbuh namun sangat selektif,” ucapnya.
Sektor komoditas menjadi bagian kredit korporasi BRI. Lanjutnya, BRI menargetkan kredit korporasi akan tumbuh tidak lebih dari 10% di tahun 2017 karena perusahaan masih fokus meyalurkan kredit ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sedangkan, porsi kredit komoditas tak begitu besar pada kredit korporasi.
Sependapat, Anita Siswadi, Direktur Wholesale Banking Bank Permata menuturkan, sektor komoditas mulai membaik setelah minus. Namun, perusahaan akan selektif dalam menyalurkan kredit ke sektor ini seperti aliran kredit tak akan besar, hanya nasabah existing yang akan menerima, dan selektif pemilihan sektornya.(T2)










