INFO SAWIT, NUSA DUA –Ketua Panitia Indonesian Palm Oil Conference and 2017 Price Outlook, (IPOC) yang ke 12, Mona Surya mengatakan, IPOC yang diadakan rutin setiap tahun telah menjadi konferensi sawit paling penting dalam industri minyak nabati dunia.
Lebih lanjut tutur Mona, penting untuk harmonisasi guna mencapai hasil maksimal baik dari sisi bisnis maupun Sustainability. ‘Analisa harga menarik participant untuk hadir yang saat ini peserta mencapai 1.290 peserta dari 23 negara,” katanya dalam pembukaan acara IPOC ke 12 di Bali, Kamis (24/11).
Senada dikatakan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, bahwa IPOC yang digelar GAPKI telah menjadi konferensi paling penting dalam industri sawit dunia.
Konferensi, kata dia, bisa juga menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin Kerjasama bisnis. Harmonisasi menjadi penting untuk mengatasi masalah yang ada di dalam industri sawit. “Tahun 2016 harga CPO mulai naik, ini salah satunya karena suplai yang turun karena dampak dari el nino. Harga CPO rata-rata US$ 660 per ton selama periode January - Oktober 2016,” katanya.
Joko juga meminta, kepada pihak Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk bisa bantu menyelesaikan masalah di industri sawit utamanya terkait lahan dan Tata Ruang. (T1)







